19 – 20 Oktober 08
Hari itu UKI(salah satu organisasi di FMIPA UNS) mengadakan acara REMARU. Dan aku diminta menjadi seksi dokumentasi. Tempatnya didaerah matesih,lumayan dekat dengan makam Bpk.Suharto. Disana pemandangannya memang bagus sekali,akupun kagum dengan ke asrian nya.
Langsung ke topik utama.
Saat acara outbound,akupun turut serta. Karena aku diminta untuk mendokumentasikannya. Akupun berangkat duluan meninggalkan para maru,dan langsung menunggu di posko1. Tak lama menunggu,kelompok1 akhirnya tiba. Akupun bergegas menjalankan tugasku sebagai fototgrafer. Selesai diposko1,aku langsung menuju ke posko2. Dan ternyata untuk menuju posko2,aku harus menyeberangi sungai. Setelah berfikir berkali-kali,akupun memberanikan diri menyeberangi sungai. Bukan takut karena gak bisa berenang,tapi aku takut karena bawa kamera. Sampai di tengah-tengah sungai,aku menaiki sebuah batu besar. Dan aku menjalankan tugas ku lagi dari atas batu,mengambil gambar para maru saat melintasi sungai.
Setelah itu,aku langsung ke posko2. Selesai di posko2,aku langsung menuju ke posko3. Dan ternyata masih berhubungan dengan sungai. Bahkan lebih parahnya lagi,aku harus melewati batu-batu yang ada di sungai untuk sampai di posko3. Setelah menghela nafas,akhirnya aku memberanikan diri melewati bebatuan di sungai. Dan tak lupa aku jg mengambil gambar para maru yang loncat kesana kemari mencari jalan,ada juga yang memutuskan untuk berenang. Sampai pada akhirnya aku menemui jalan buntu,dan disitulah semuanya dimulai.
Di depan ku dah gak ada lagi batu yang bisa ku lewati. Batu terdekat berjarak 2meter di depan,mau gak mau aku harus turun ke air. Setelah diam beberapa saat,aku memutuskan untuk tetap menyberang. Kamera ku simpan ke belakang,tepat di punggungku. Dan akupun memulai penyeberangan. Saat menyeberang,aku merasa condong ke arah kiri karena arus yang lumayan deras. Dan dari arah belakang aku mendengar teriakan ridho(temanku fotografer jg..),”Ndi,kamera lu…”. Aku melihat kamera ku dah kecelup lensanya. Karena sibuk membenarkan posisi kamera,aku mulai kehilangan keseimbangan. Dan akhirnya,”blurrr..”. Akupun tercebur bersama kamera ku karena terpeleset batu yang licin,aku langsung bergegas mengangkat kamera ku. Dan langsung menuju ke batu tujuan ku tadi. Sesampainya di batu,aku matikan power kamera dan langsung melepas baterainya. Lalu aku meneruskan perjalanan ke posko3.
Sesampainya di posko3,aku langsung mengelap kering kamera ku yang basah karena tercelup tadi. Setelah kering,aku masukan kamera ke dalam tas ransel yang ku bawa-bawa dari tadi. Dan aku memutuskan untuk kembali ke lokasi duluan. Lagian masih ada ridho yang mendokumentasi kegiatan. Sampai di lokasi,aku langsung mengeringkan kamera ku yang masih sedikit basah. Setelah kurasa kering,aku pasang kembali baterainya. Pertama kamera ku gak mau nyala,Cuma buka tutup lensa aja yang berfungsi. Ku coba beberapa kali,akhirnya mau nyala kembali. Dan semua berfungsi sediakala. “Alhadulillah ya Allah” Hanya itu yang aku serukan saat itu.
Pesan ku untuk para pembaca. DON’T TRY THIS AT HOME..!!
Hati saat membawa barang kesayangan anda.
Sungai yang tenang belum berarti arusnya tenang.
Ini beberapa gambar yang aku ambil :

Ridho (sesaat sebelum memanggil ku..)




0 Responses to “kameraku…”